Tampilkan postingan dengan label #Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #Lifestyle. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Agustus 2025

"Asal Kamu Tujuan, Bukan Persinggahan ❤️ #ohmden "



"Asal Kamu Tujuan, Bukan Persinggahan ❤️ #OhmDen"

Deskripsi:
Kadang hidup ngajarin kita kalau perasaan itu bukan sekadar singgah, tapi tentang menemukan tujuan yang sebenarnya.
Kalau kamu juga pernah merasa seperti ini, berarti kita sama.
Jangan lupa tonton video lengkapnya di channel Ohm Den, semoga bisa jadi penguat hatimu ✨


Hashtag:
#OhmDen, #fyp, #videoviral, #shortsindonesia, #quotesindonesia, #galau, #cinta, #viral, #videogalau, #tiktokindonesia, #motivasihidup, #katakatabijak, #lagugalau, #kisahcinta, #ai,


Minggu, 08 Juni 2025

Save Raja Ampat #rajaampat


🌴 Raja Ampat: Surga Tersembunyi di Timur Indonesia

📍 Dimana itu Raja Ampat?

Raja Ampat adalah sebuah kepulauan yang terletak di ujung barat Papua, Indonesia. Namanya berarti “Empat Raja” yang merujuk pada empat pulau utama: Waigeo, Batanta, Salawati, dan Misool. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu surga bawah laut terbaik di dunia!


🐠 Surga Bawah Laut yang Mendunia

Raja Ampat dikenal karena keindahan bawah lautnya yang luar biasa. Menurut penelitian, perairan Raja Ampat menyimpan lebih dari 75% spesies karang dunia dan ribuan jenis ikan. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang hobi diving atau snorkeling!

Beberapa spot terbaik untuk menyelam:

  • Cape Kri

  • Manta Sandy

  • Arborek Jetty

  • Blue Magic


🌿 Alam yang Masih Alami

Selain lautnya, Raja Ampat juga punya pesona alam di darat seperti:

  • Pianemo dan Wayag, gugusan karst yang fotogenik

  • Desa Arborek, desa wisata yang unik dan ramah wisatawan

  • Air terjun di Batanta, cocok buat hiking ringan


🧭 Cara Menuju Raja Ampat

  • Terbang ke Sorong (biasanya transit di Makassar, Jakarta, atau Manado)

  • Dari Sorong, lanjut menggunakan kapal cepat atau feri ke Waisai, ibu kota Raja Ampat

  • Beberapa penginapan juga menyediakan antar jemput langsung


🏝 Tips Liburan ke Raja Ampat

  • Bawa uang tunai secukupnya (ATM terbatas)

  • Gunakan sunblock ramah laut

  • Siapkan fisik untuk naik-turun perahu

  • Hormati budaya lokal

  • Gunakan jasa pemandu lokal agar perjalanan lebih aman dan nyaman


📸 Kesimpulan

Raja Ampat bukan hanya tempat wisata, tapi juga harta karun Indonesia yang harus dilestarikan. Keindahannya tidak hanya memanjakan mata, tapi juga menyadarkan kita akan pentingnya menjaga alam.

Kalau kamu mencari pengalaman liburan yang tak terlupakan, Raja Ampat adalah jawabannya.

Kamis, 05 Juni 2025

Lifestyle change key to Indonesia's plastic waste control

 Jakarta (AIREFLY) - A campaign to change people's lifestyles is key to controlling plastic waste, alongside regulations and processing technology, an official said.


The Ministry of Environment's Director of Waste Reduction and Circular Economy Development, Agus Rusli, noted that most plastic consumption in Indonesia comes from daily activities, like using single-use plastic bags for shopping or household products containing microplastics.

"We no longer use newspapers to wrap chilies or groceries. Everyone uses plastic bags. Mothers who go to the market mostly don't bring shopping bags like our parents used to," he shared during an online discussion on "Dissecting the Problem of Plastic Pollution in Indonesia" on Wednesday.

He believes that this shift towards convenience has accelerated plastic waste accumulation.

Thus, public education and eco-friendly lifestyle campaigns must be strengthened to encourage community involvement in reducing plastic at its source.

The Ministry of Environment continues to push for restrictions on single-use plastic through regulations and a waste reduction roadmap for producers.

However, Rusli stressed that regulations alone aren't enough without changes in consumption patterns.

"Plastic is very useful if used wisely and sustainably. The problem is irresponsible use and disposal. That's what we must change together," he emphasized.

Rusli also pointed to low public awareness about microplastics, largely from household activities like washing synthetic clothes or using microbead-containing facial cleansers.

These microplastics enter waterways, pollute the sea, and can re-enter the human body through fish consumption.

Therefore, he underscored the importance of a cultural approach to plastic management.

"We need to rebuild the culture of carrying shopping bags, using refillable containers, and avoiding overly packaged products. This lifestyle change has a much greater long-term impact," he asserted.

The Ministry of Environment reports that Indonesia generates about 12 million tons of plastic waste annually, with only about 14 percent recycled.

The rest either piles up in landfills or pollutes the environment.

Rusli concluded that household contributions in reducing plastic consumption are crucial for meeting national waste reduction targets.